Harry Potter and The Philosopher's Stone

Judul: Harry Potter and The Philosopher's Stone (rilis di India dan Amerika sebagai Harry Potter and The Sorcerer's Stone).

Genre: Fantasi

Sutradara: Christopher “Chris” Columbus

Skenario: Steve Kloves

Ditayangkan pada: Akhir 2001

Durasi: 152 menit

Produksi: Warner Bros. Picture

Pemain: Daniel Radcliff (Harry Potter), Emma Watson (Hermione Granger), dan Rupert Grint (Ronald Weasley).

 

Film ini diadaptasi dari novel bergenre fantasi Harry Potter and The Philosopher’s Stone yang ditulis oleh JK. Rowling. Novel JK Rowling ini menceritakan tentang dunia sihir yang berlatar belakang di Britania Raya. Film Harry Potter and The Philosopher’s Stone disutradarai oleh Christopher “Chris” Columbus, seorang sutradara film, produser, dan penulis naskah dari Amerika. Sebelumnya, Chris Columbus juga telah banyak menyutradai film-film terkenal seperti Home Alone (1990) dan Home Alone 2 (1992).

Sinopsis

Film ini menceritakan tentang Harry Potter yang merupakan putra tunggal dari pasangan James dan Lily Potter. Kala itu, ada seorang penyihir hitam yang ingin menguasai dunia, yaitu Lord Voldemort. Namun dikarenakan suatu hal, Voldemort pun mencari Harry Potter yang saat itu baru berusia satu tahun untuk ia bunuh. Keluarga Potter akhirnya bersembunyi dari kejaran Voldemort. Akan tetapi Voldemort dapat menemukan mereka. Ia membunuh James dan Lily Potter tetapi gagal menyerang Harry dan hanya menyisakan bekas luka berbentuk petir di dahi Harry kecil. Kutukan yang dilontarkan kepada Harry malah terpantul dan menyerang empunya. Oleh karena itu, Harry Potter dijuluki sebagai “Anak Yang Bertahan Hidup”.

Setelah kejadian tersebut, Harry yang yatim piatu dibawa oleh Hagrid, Dumbledore, dan McGonagall untuk diberikan kepada kakak dari ibunya supaya dirawat. Namun, Harry tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang semestinya dari keluarga sang bibi. Harry diperlakukan kasar dan mendapat diskriminasi oleh mereka.

Pada ulang tahunnya yang kesebelas, Harry memperoleh surat dari Hogwarts yang diantarkan oleh seorang asing misterius, Rubeus Hagrid. Diceritakan bahwa Harry tidak mengetahui fakta tentang dirinya yang merupakan seorang penyihir, kemudian ketika Hagrid datang, ia menceritakan semuanya pada Harry. Singkat cerita, Harry Potter benar-benar masuk kedalam dunia sihir dan bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Harry Potter berhasil masuk dalam asrama Gryffindor.

Banyak hal yang terjadi ketika Harry berada di Hogwarts. Hal-hal tersebut juga masih berkaitan dengan Voldemort. Pada saat itu, batu bertuah (Philosopher’s Stone) milik Nicholas Flamel disembunyikan di area Hogwarts. Voldemort yang masih hidup meskipun dengan kondisi yang lemah, ia berusaha untuk mencuri batu itu melalui salah satu professor di Hogwarts yang merupakan pengikutnya, Professor Quirrel. Namun, usahanya digagalkan oleh Harry Potter dengan dibantu oleh temman-temannya, Ron Weasley dan Hermione Granger. Berkat keberanian mereka, asrama Gryffindor dihadiahi poin oleh Dumbledore Sang Kepala Sekolah, sehingga mereka memenangkan Piala Asrama.

Kelebihan

Film ini mengajarkan banyak hal seperti tentang persahabatan dan keberanian menentang hal yang bathil. Selain itu, disini kita dapat berimajinasi dengan bebas. Visual-visual yang disajikan dalam film seolah benar-benar mampu menyihir para penontonnya. Misteri-misteri yang belum terungkap pun semakin membuat timbulnya rasa penasaran.

Kekurangan

Jika kalian menonton film setelah membaca novel aslinya, pasti kalian merasakan banyak perbedaan. Memang dalam film tidak dapat memuat keseluruhan isi novel sehingga alurnya banyak yang terpotong. Beberapa adegan juga banyak yang tidak sesuai atau berbeda dengan novel meskipun secara garis besar ceritanya sama.


Comments

Popular Posts