Sunan Ampel: Biografi, Peran dan Ajarannya
Judul Buku: Sunan Ampel Biografi, Peran dan
Ajarannya
Penulis: Prof. Dr. Ali Mufrodi, MA,
dkk.
Penerbit:
Nuwailah Ahsana
Tahun Terbit:
2021
Tebal Halaman:
180 halaman
ISBN:
978-623-98150-1-1
Buku ini ditulis oleh para Dosen UIN
Sunan Ampel Surabaya. UIN Sunan Ampel memperkenalkan Sunan Ampel agar warga kampus tidak hanya
mengenal Sunan Ampel sebagai nama kampus saja, tetapi memahami hal-hal tentang
Sunan Ampel serta kiprahnya dalam mendakwahkan Islam. Buku ini memaparkan biografi
Sunan Ampel, pola dakwah, peran pentingnya dalam kehidupan masyarakat hingga situs
peninggalannya. Sebelum itu, dipaparkan terlebih dahulu mengenai geografi Asia
Tenggara dan Nusantara serta kondisi dan situasi masyarakatnya pada masa itu. Kemudian
proses islamisasi yang terjadi di Nusantara.
Sunan Ampel memiliki darah bangsawan.
Ibunya merupakan putri Raja Champa, sedangkan Ayahnya adalah Sayyid Ibrahim
Asmara yang merupakan putra dari Syekh Jumadil Kubro. Nasabnya tersambung
hingga Rasulullah SAW. Sunan Ampel juga memiliki hubungan keluarga dengan para
ulama’ di Jawa. Hubungan tersebut antara lain: orangtua dan anak, kerabat,
maupun hubungan yang tercipta karena adanya pernikahan.
Sunan Ampel memiliki peranan penting
dalam kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah Ampeldenta. Sunan Ampel adalah
seorang ulama’ yang multitalenta. Strategi dakwah yang dilakukannya berhasil mengislamkan
berbagai lapisan masyarakat. Salah satu konsep dakwahnya “melebur dengan budaya
lokal” merupakan salah satu faktor keberhasilan tersebut. Budaya atau adat
istiadat tidak serta merta dihilangkan dari kehidupan masyarakat. Sunan Ampel hanya
mengganti hal-hal tak sesuai syariat Islam yang dilakukan dalam pelaksanaan suatu
budaya atau adat istiadat dengan dzikir, doa-doa, dan sebagainya. Nilai-nilai
Islam ditampilkan dengan wajah yang humanis, sehingga masyarakat dapat menerima
dakwah Islam dengan mudah.
Dakwah Islam yang dilakukan Sunan
Ampel juga memiliki tujuan untuk membangun kembali tatanan sosial yang
melenceng dari nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan serta agama. Sunan Ampel menghadirkan
konsep moh limo: moh main (tidak berjudi), moh ngombe (tidak
minum minuman keras), moh maling (tidak mencuri), moh madat (tidak
menggunakan barang-barang sejenis narkoba), dan moh madon (tidak
berzina). Konsep ini merupakan kebalikan dari konsep mo-limo dari
Siwa-Buddha Majapahit yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Strategi dakwah
Sunan Ampel lainnya yakni pengembangan ekonomi masyarakat, karena dalam
mendakwahkan Islam juga harus berdampak pada kesejahteraan hidup masyarakat.
Sunan Ampel adalah seorang ulama’
dan pendakwah yang mengetahui dan memahami medan dakwahnya. Dakwahnya disesuaikan
dengan kondisi dan situasi masyarakat kala itu. Dakwah yang dilakukan
menggunakan metode hikmah (kebijaksanaan). Sunan Ampel juga mampu
memanfaatkan peluang untuk memperluas dakwah Islam seperti pernikahan,
perekonomian, pendekatan pada tokoh masyarakat, dan lain-lain. Pada intinya,
Sunan Ampel merupakan seorang pendakwah yang ulung.
Kelebihan
Buku ini memuat ringkasan tentang Sunan Ampel yang cukup lengkap, terutama asal usulnya dari berbagai versi dan peran penting Sunan Ampel dalam kehidupan masyarakat serta ajaran-ajarannya. Selain itu, cetakan tulisan dalam buku ini sangat jelas sehingga dapat dibaca dengan mudah.
Kekurangan
Terdapat banyak kesalahan penulisan dalam buku ini. Bahasa yang digunakan juga sedikit membingungkan sehingga harus dibaca beberapa kali agar dapat memahami apa yang disampaikan buku ini.
Comments
Post a Comment