Catatan Arca Joko Dolog

Dilansir dari Artikel SJ Suyono dan Asisi Channel

Asal arca:

  1. Masyarakat meyakini berasal dari Watutulis, Sidoarjo
  2. Max Nihon: arca dari candi Jawi berdasarkan Negarakertagama yang menyebut bahwa disana pernah ada arca akshobya. Poerbatjaraka berpendapat bahwa arca ini dipindahkan ke majapahit tanpa sepengetahuan prapanca berdasarkan pendapat Belanda yang mengatakan kalau arca ini dari Kandang Gajah, Bejijong, Trowulan, Mojokerto (eks-ibukota majapahit).
  3. Henri Maclaine Pont: arca berasal dari Kedungwulan, Trowulan. Diduga nama kunonya adalah Lemah Tulis yaitu lokasi kadewaguruan (padepokan) Mpu Bharada.


Simpang siur arca

  1. Perwujudan Kertanegara yang mampu menyatukan nusantara (mayoritas sejarawan).
  2. Perwujudan Mpu Bharada (Amrit Gomperts, dkk berdasarkan penemuan oleh Henri Maclaine Pon).
  3. Pematah kutukan Mpu Bharada. Kuncinya terletak di mudra-nya yaitu bhumisparsa (memanggil bumi sebagai saksi). Ketika Buddha dalam pertapaannya nyaris mencapai kesempurnaan yang sejati digoda oleh Mara (nafsu yang ingin menggagalkan), kemudian melakukan bhumisparsa hingga leburlah sang Mara. menurut Dr. Heri Kurniawan, Kertanegara ingin menghadirkan bumi sebagai saksi saat kutukan Mpu Bharada mampu dipatahkan oleh arca Akshobya.

  • Arca Joko Dolog merupakan bentuk penghormatan atau sebuah tugu simbol keberhasilan Kertanegara yang mampu menjadi Chakrawartin (Maharaja), penguasa dwipantara (nusantara).
  • Arca Joko Dolog dibuat untuk mematahkan kutukan Mpu Bharada supaya Kertanegara dapat menjadi Chakrawartin.
  • Dugaan "liar" saya, Arca Joko Dolog sebagai pematah kutukan yang berwujud Buddha Aksobhya dengan bhumisparsa mudranya (memanggil bumi sebagai saksi) sebagaimana kisah buddha yang disebutkan sebelumnya, maka: (1) arca bukan perwujudan siapa-siapa, murni sebagai penghancur kutukan lewat mudranya, (2) arca merupakan perwujudan Mpu Bharada yang dilambangkan menghancurkan kutukannya sendiri, (3) arca merupakan perwujudan Kertanegara yang berusaha menghancurkan kutukan dengan bhumisparsa mudra, sehingga ia mampu menjadi Maharaja penguasa Nusantara.

Comments

Popular Posts